Artikel
25/03/2008 09:57
Mengenai ISI : prinsip dasar dan arsitektur
 
Terhitung sejak tanggal 10 November 2007 sebuah sarana baru terkait informasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia telah dibuka. Sarana ini bertajuk ISI yang merupakan singkatan dari Indonesia Scientific Index atau Indeks Ilmiah Indonesia, dan bisa diakses secara terbuka oleh publik melalui alamat :


Sesuai dengan namanya, sarana ini ditujukan untuk :

  1. Memberikan 'kumpulan' informasi terpadu yang terkait dengan dunia iptek di Indonesia.
  2. Dengan tingkat akurasi yang tinggi dan kebaruan yang terjamin.
  3. Bersumber dari penyedia informasi pertama, yaitu lembaga dan institusi ilmiah / pendidikan di seluruh Indonesia.
  4. Analisa informasi terkait iptek secara komprehensif.


Untuk merealisasikan tujuan diatas, ISI mengadopsi teknologi focused web-harvesting yang dikembangkan oleh Grup Fisika Teoritik dan Komputasi (GFTK) LIPI. Untuk metoda diseminasi informasi dipakai metode mesin pencari ala Google. Sedangkan analisa data otomatis dilakukan dengan memanfaatkan teknologi text-mining. Namun berbeda dengan Google yang berbasis general purpose web crawling, data-data di ISI lebih komprehensif dan terstruktur karena sifatnya yang tersegmentasi dan fokus pada topik tertentu.

Namun ISI bukan merupakan bibliografi, tetapi hanya melakukan indeksisasi konten secara terstruktur untuk meningkatkan akurasi hasil pencarian. Indeks dibuat dari informasi di situs yang bisa diakses publik, serta naskah lengkap bila tersedia. Akses ke konten asli disediakan melalui tautan yang akan mengantar pengakses langsung ke sumber informasi awal. Oleh karena itu ISI sama sekali tidak melakukan penyimpanan data asli, termasuk naskah lengkap (bila ada). Untuk naskah asli, setelah proses pembuatan indeks langsung dihapus.

Fase-fase pengembangan ISI :

  1. Perencanaan : September - November 2007
  2. Pengembangan arsitektur : November - Desember 2007.
  3. Pengembangan sistem pengumpulan data : Januari - Maret 2008.
  4. Pengembangan sistem analisa data : April - Desember 2008.


Pengembangan dan ide awal ISI dimulai dan dilakukan oleh tim kecil di GFTK LIPI sebagai in-house research. Untuk infrastruktur, ISI didukung oleh Tim Gabungan Jaringan - TGJ LIPI serta LIPI melalui CODATA Indonesia.

Untuk mempermudah pertukaran informasi antara para pengelola info iptek di berbagai lembaga, telah dibuka mailing-list di : codata [AT] milis.opi.lipi.go.id.